KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang mana berkat hidayat dan karunianya kita selalu mendapatkan kenikmatan kesehatan baik jasmani maupun rohani, guna menjalani hidup yang fana ini. Dan tak lupa pula sholawat beriring salam kita haturkan kepada bagindah Nabi besar Muhammad SAW dan para shahabat dan keluarganya, yang telah membawa kita dari alam kebodohan sampai yang terang menderang yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat kitarasakan saat ini. Karena berkat perjuangan beliaulah kita telah menyisipkan tali silaturrahmi antara umat beragama dapat berjalin dengan baik.
Kami menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kekurangan, karna kesepurnaan hanyalah milik Allah AWT semata. Oleh karena itu, kritik dan saran pembaca sangatlah kami harapkan guna membangun hasil karyah makalah kami ini. Dalam hal ini juga, pemakalah Ingin menyampaikan terimahkasih kepada Dosen Pengampu bapak Al-Ustazd H. Hasbullah, MA yang telah memberikan ilmunya kepada kami dalam mata kuliah PSIKOTERAPI ISLAM. Seraya sebagai peserta didik yang masih butuh dengan ilmu pengtahuan yang lainnya. Semoga makalah ini mendapat berkah dari Allah SWT, sehingga dapat membawa manfaat bagi para pembaca, khususnya bagi diri kami sendiri maupun orang lain Amiin yarabbal ‘alamin.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………. Ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang………………………………………………………….. 2
Rumusan Masalah………………………………………………………. 2
BAB II PEMBAHASAN
Emosi dalam al-qur’an dan sunah……….…………………………….... 3
Macam-macam emosi menurut al-qur’an dan sunah…...………………. 4
BAB III PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………….. 12
Daftar pustaka………………………………………………………….. 13
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari manusia akan merasakan berbagai macam perasaan atau emosi. Terkadang diliputi perasaan cinta, benci, takut, aman, tenang, sedih, marah, cemburu, iri, dan lain-lainnya. psikolog meneliti secara rinci , unsur-unsur, faktor penyebab dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia dari aspek fisik maupun mentalnya. Bahkan peneliti lain menyatakan bahwa faktor emosi lebih dominan dalam mencapai kesuksesan baik dalam dimensi vertical maupun horizontal yang disebut dengan “Hablumminallah Wa Hablumminannas”, hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesame bahkan dengan lingkungan.
Dalam Al-qur’an emosi disebut dengan qalbu. Kata qalb banyak di jumpai dalam al-qur’an bahkan di dalam hadist Rasulullah SAW banyak juga di jumpai yang menunjukkan arti penting posisi qalbu dalam meraih kebermaknaan hidp dan kehidupan baik masa maupun yang akan datang.
Ayat-ayat al-qur’an dan hadist dalm mengurai makna emosi ddigambarkan dalam perasaan senang, takut, marah, benci, gembira, sedih, kecewa, atau dalam keadaan yang lain. Emosi terbagi dua yaitu emosi positif dan emosi negative. Emosi posistif yakni mengantar manusia kepada kebaikan, keimanan dan keyakinan akan kebenaran yang hakiki. Sedangkan emosi negative yakni yang mengantarkan manusia kepada keburukan yang cenderung bertentangan dengan hakikat kebenaran.
Rumusan masalah
Bagaimana emosi menurut pandangan islam (al-qur’an dan sunah)?
Tujuan
Dapat mengetahui pengertian dari emosi dalam al-qur’an dan sunah!
BAB II
PEMBAHASAN
Emosi dalam AL-qur’an dan Assunah
Di dalam al-qur’an dan hadist banyak sekali menyinggung tentang emosi (qalbu). Jika kita melihat kamus munawwir, kata emosi sama dengan (penderitaan, perasaan, sentiment). Di dalam al-qur’an terdapat banyak ayat yang melukiskan ekspresi emosi dengan sangat jelas sampai pada reaksi behavioral yang menyertainya, misalnya emosi marah, sedih, yang digambarkan dalam al-qur’an surah an-nahl ayat 58-59.
((((((( ((((((( ((((((((( ((((((((((( (((( ((((((((( ((((((((( (((((( ((((((( (((( ((((((((((( (((( (((((((((( ((( (((((( ((( ((((((( (((((( ( ((((((((((((( (((((( ((((( (((( ((((((((( ((( (((((((((( ( (((( (((((( ((( ((((((((((( ((((
Artinya : “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang di sampaikan kepadanya. Apabila dia akan memeliharanya ke dalam tanah (hidup-hidup)! Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”. (QS. An-nahl : 58-59).
Macam-macam Emosi dalam al-qur’an dan sunah
Adapun macam-macam emosi, antara lain:
Takut, Sedih dan Benci
Rasa takut adalah salah satu bentuk emosi penting dalam kehidupan manusia karena berperan untuk mempertahankan diri dari berbagai masalah yang dapat mengancam kehidupan itu. Emosi takut manusia dalam penuturan al-qur’an mempunyai cakupan yang luas. Bukan hanya gambaran ketakutan di dunia ini seperti ketakutan pada kelaparan, kehilangan jiwa dan harta, bencana alam, melainkan menyangkut ketakutan pada kesengsaraan hidup di akhirat. Firman Allah dalam al-qur’an surah An-nahl: 112.
(((((((( (((( (((((( (((((((( ((((((( ((((((((( (((((((((((( (((((((((( ((((((((( ((((((( (((( ((((( ((((((( (((((((((( (((((((((( (((( (((((((((((( (((( ((((((( ((((((((( (((((((((((( ((((( (((((((( ((((((((((( (((((
Artinya : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q. S. An-Nahl:112).
Manfaat emosi takut menurut perspektif al-qur’an tidak hanya menjaga manusia dari berbagai bahaya yang mengancam kehidupannya di dunia ini, tetapi mendorong setiap mukmin untuk memelihara dirinya dari azab Allah di akhirat.
Emosi sedih, kesedihan memang sesuatu yang tidak diharapkan, tetapi senang atau tidak senang, pasti mampir juga dalam kehidupan manusia. Beberapa ayat al-qur’an menjelaskan bahwa model-model ekspresi emosi sedih yang diperankan manusia. Pertama, emosi sedih dengan cucuran air mata yang memancarkan perasaan yang dialami. (Q.S. Attaubah:92). Kedua, tangis yang di buat-buat untuk memberi kesan kesedihan atau sandiwara (QS. Yusuf: 15-16). Ketiga, ekspresi sedih dalam bentuk perilaku menarik diri disertai dengan mata yang berkaca-kaca (Q.S Yusuf:84-86).
Emosi benci, al-qur’an lebih banyak mengemukakan perilaku manusia yang seringkali membenci kebenaran, kebaikan dan personal. Menurut al-qur’an emosi benci bukan saja mengantarkan kepada kejahatan, melainkan juga ada hal-hal yang dibenci manusia, tetapi sangat bermanfaat baginya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-baqarah: 216.
Emosi Marah, Cemburu, Iri dan Dengki
Emosi marah adalah emosi yang paling dikenal dalam percakapan sehari-hari, bahkan sering dianggap perilaku marah identik dengan emosi. Marah berasal dari bahasa arab ghadab yang berarti benci kepada seseorang ssehingga ia bermaksud dan berusaha menyakiti. Faktor penyebab keterbangkitan emosi marah ada yang bersifat eksternal dan internal. Gejal-gejala emosi marah yang muncul dalam sikap dan perilaku manusia yang direkam al-qur’an dalam berbagai peristiwa, ekspresi dan tindakan.. salah satunya terdapat dalam surah Al-a’raf: 150.
((((((( (((((( ((((((( (((((( ((((((((( ((((((((( ((((((( ((((( ((((((((( (((((((((((((( (((( (((((((( ( (((((((((((( (((((( ((((((((( ( ((((((((( ((((((((((( (((((((( (((((((( ((((((( (((((((((( (((((((( ( ((((( (((((( (((( (((( (((((((((( (((((((((((((((( (((((((((( (((((((((((((( (((( (((((((( (((( (((((((((((( (((( ((((((((((( (((( (((((((((( ((((((((((((( (((((
Artinya: “Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah ia:”Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Dan Musapun melemparkan luh-luh (taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata:”Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hamper-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku dan janganlah kamu masukkan kau ke dalam golongan orang-orang yang zalim”. (Q.S Al-a’raf:150).
Emosi cemburu, hadist Rasulullah SAW, ‘tidak seorangpun yang lebih pencemburu selain Allah SWT. Karena itulah (kecemburuan-Nya), Allah SWT mengharamkan segala perbuatan keji. (H. R. Al-Bukhori). Kecemburuan pada umumnya banyak dialami oleh kaum hawa. Seorang istri misalnya akan merasa cemburu pada suaminya di saat ia merasa ada wanita lain yang bersaing dengannya dalam mendapatkan cinta suaminya. Seperti Aisyah yang merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi SAW: Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah meninggalkannya pada satu malam, Aisyah lalu berkata: ‘Aku cemburu beliau akan mendatangi sebagian istri lainnya.” Lalu Rasulullah datang dan melihat gelagat kecemburuannya seraya berkata: “Apakah kau cemburu?” Aisyah berkata padanya,”Bagaimana orang seperti diriku bisa tidak cemburu pada orang seperti dirimu?. Lalu Rasulullah berkata ‘Telah datang padamu setanmu”. (H. R. muslim dan nasa’i).
Emosi iri dan dengki merupakan sebuah emosi yang timbul karena merasa kurang senang, kurang bersyukur dengan apa yang dimilikinya, dan cemburu dengan apa yang didapatkan oleh orang lain. Iri dengki salah satu sifat yangtermasuk kedalam penyakit hati. Allah SWT sangat melarang hamba-Nya untuk berbuat baik iri maupun dengki kepada sesamanya baik laki-laki maupun perempuan. Firman Allah SWT dalam surah An-nisa’: 32.
(((( (((((((((((( ((( (((((( (((( ((((( (((((((((( (((((( (((((( ( (((((((((((( ((((((( (((((( ((((((((((((( (((((((((((((( ((((((( (((((( (((((((((((( ( ((((((((((( (((( ((( (((((((((( ( (((( (((( ((((( ((((((( (((((( (((((((( ((((
Artinya:”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah SWT kepada kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. Karena bagi orang laki-laki ada sebahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah SWT sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allah Mengetahui segala sesuatu”. (QS. An-nisa’:32)
Emosi Penyesalan
Penyesalan berasal dari bahasa arab laita yang artinya menunjukkan angan-angan yang mustahil dicapai. Penyesalan adalah suatu emosi yang tumbuh dari perasaan bersalah dan kesedihannya akan apa yang telah di lakukannya serta celaan pada dirinya atas apa yang telah terjadi. Didalam al-qur’an telah dijelaskan dalam surah al-a’raf : 23.
Artinya;” Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mangampuni kami dan memberi rahmat pada kam, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang merugi. (Q.S. Al-a’raf:23).
Sombong
Adalah memandang dirinya berada diatas kebenaran dan merasa lebih diatas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya diatas orang lain. Firman Allah SWT dalam surah Luqman:18.
((( ((((((((( (((((( (((((((( (((( (((((( ((( (((((((( ((((((( ( (((( (((( (( (((((( (((( ((((((((( ((((((( ((((
Artinya:”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS. Luqman:18)
Lalu Rasulullah SAW bersabda: Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus dan takabbur (sombong). (H. R. Bukhori dan Muslim).
Malu, Posesif dan Negatif
Malu menurut bahasa perubahan, kehancuran perasaan atau duka cita yang terjadi pada jiwa manusia karena takut dicela. Sedangkan menurut istilah malu adalah akhlak yang sesuai dengan sunah yang membangkitkan pikiran untuk meninggalkan perkara yang buruk, sehingga akan menjauhkan manusia dari kemaksiatan dan menghilangkan kemalasan untuk menjalankan hak Allah SWT. Malu juga merupakan sebagian daripada iman.
Posesif adalah perasaan ingin memiliki yang berlebihan. Jika kita tidak dapat mengendalikannya maka berdampak sangat berbahaya bagi pasangan maupun diri sendiri.
Senang atau gembira
Emosi senang umumnya didefinisikan sebagai segala sesuatu yang membuat kepuasan dalam hidup. “We define happiness as overall satisfaction with life”. Perasaan senang (cinta, gembira, puas dan bahagia) adalah kondisi-kondisi yang senantiasa didambakan oleh setiap individu apapun latarbelakangnya. Secara umum al-qur’an menyatakan bahwa manusia memiliki presdiposisi senang kepada wanita (lawan jenis), anak cucu, harta yang melimpah, kendaraan mewah dan kekayaan lainnya.(Q. S Al-Imran:14).
Ungkapan emosi senang atau gembira dalam alqur-an sangat beragam. Misalnya sukses meraih kenikmatan dan terhindar dari kesulitan, misalnya dalam surah al-rum ayat 36 dan surah-surah yang lainnya. Kata fariha (senang atau gembira) yang disebutkan dalam beberapa ayat merupakan gambaran suasana hati ketika dapat merasakan kepuasan begitu mendapatkan apa yang diinginkan. Al-qur’an juga melarang manusia dalam melampiaskan emosi secara berlebihan, cara-cara yang tak lazim atau akibat kesombongan dan maksiat yang terdapat dalam surah Al-qashash: 76.
Cinta
Cinta merupakan salah satu dasar emosi perasaan. Dalam al-qur’an kata cinta disebut dengan Hubb (mahabbah) dan wudda (mawaddah), yang memiliki arti yaitu menyukai, senang dan menyayangi. Nabi bersabda:”Seseorang akan bersama yang dicintainya”. Al-qur’an mengarahkan kepada kita untuk mencintai segala sesuatu yang tidak disukai hawa nafsu dan menghindari dari sesuatu yang memperbudaknya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-qur’an surah al-imran:31-32.
(((( ((( ((((((( ((((((((( (((( (((((((((((((( (((((((((((( (((( (((((((((( (((((( ((((((((((( ( (((((( ((((((( ((((((( (((( (((( (((((((((( (((( (((((((((((( ( ((((( (((((((((( (((((( (((( (( (((((( (((((((((((((( ((((
Artinya:”Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai Allah SWT, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”Allah Maha Pengampun lag Maha Penyayang. Katakanlah : “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling. Maka sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang kafir. (QS. Al-imran:31-32).
KESIMPULAN
Emosi dalam AL-qur’an dan Assunah
Di dalam al-qur’an dan hadist banyak sekali menyinggung tentang emosi (qalbu). Jika kita melihat kamus munawwir, kata emosi memiliki kata dengan (penderitaan, perasaan, sentiment).
Adapun macam-macam emosi, antara lain:
Takut, Sedih dan Benci
Marah, cemburu,iri dengki
Penyesalan
Sombong
Malu, posesif dan negative
Gembira
Cinta
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
Darwis Hude Muhammad, 2006, Emosi Penjelajahan Religie –Psikologis Tentang Emosi Manusia dalam Al-qur’an , (Jakarta : Erlangga), hlm. 136.
Musfir, 2005, Konseling Terapi, (Jakarta : Gema Insan Press), hlm. 183.
Sya’roni Hasan Muhammad, 2017, Manajemen Marah dan Urgensinya dalam Pendidikan, (Al-idaroh, Vol. 1 No. 2 Edisi September), hlm. 86.
Zaka Mohammad Al-farisi, 2008, Menuju Sukses Hubungan Suami Istri, (Jakarta : Gema Insani Press), hlm. 106.
Intan Savitri & Sidik Afendi, 2011, Kenali Emosi, (Jakarta : PT Balai Pustaka Persero), hlm. 11.
Robert H. Albers, 2007, Malu Sebuah Perspektif Iman, (Yogyakarta : Kanisius), hlm. 47.
M. Sayyid Az-za’balawi, 2007, Pendidikan Remaja Antara Islam dan Ilmu Jiwa, (Jakarta : Gema Insani Press), hlm. 260.
Komentar
Posting Komentar